TAFSIR PEMUDA ISLAM, PART 2

 

logo-dacSosok Pemuda dalam Sejarah Kemanusiaan:

  1. Usia 24 bagi Muhammad al-Fâtih adalah realisasi mimpi delapan abad umat Islam membebaskan Konstantinopel.
  2. Reruntuhan Daulah Umawiyyah kembali berdiri menjulang di Andalus oleh pemuda 25 tahun, Abdurrahman ad-Dâkhil.
  3. 22 tahun bagi Hârûn ar-Rasyîd adalah awal pemerintahan Dinasti Islam terbesar sepanjang sejarah hingga mencapai puncaknya, Daulah Abbasiyyah di Baghdad. Baca lebih lanjut
Iklan

KARAKTERISTIK IMAN, PART 2

logo-dacC.  Petunjuk Meneguhkan Iman

1.    Akrab dengan Al Qur’an

Al Qur’an merupakan petunjuk utama untuk mencapai tsabat (keteguhan iman). Allah Azza wa Jalla telah menjelaskan bahwa diturunkannya Al Qur’an secara berangsur-angsur adalah untuk meneguhkan hati para hambaNya, sebagaimana firman Allah tatkala mem-bantah tuduhan kaum kuffar, “Orang-orang kafir berkata: Mengapa Al Qur’an itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja? Demikianlah supaya Kami perkuat hatimu dengannya dan Kami mem-bacakannya secara tartil.” (Al Furqan : 32) Baca lebih lanjut

KARAKTERISTIK IMAN, PART 1

logo-dacSecara etimologis, iman berarti membenarkan dengan hati. Adapun secara istilah syar’iy, Al-Imam Ibnu Taymiyah, dalam kitabnya Al-Iman, menukil beberapa definisi “iman” yang dipahami oleh generasi Salaf. Diantaranya sebagai berikut; “ونية الإيمان قول وعمل”(iman ialah perkataan, perbuatan dan niat). Penyebutan kata ‘niat’ secara eksplisit bermaksud untuk menjelaskan bahwa tidak semua perbuatan selalu dipahami sebagai “niat”. Sebagian yang lain berpendapat “وعمل ونية واتباع السنة الإيمان قول” (iman ialah perkataan, perbuatan, niat dan mengikuti sunnah). Di sini secara tegas disebutkan “ Ada pula yang mengatakan “قول باللسان واعتقاد بالقلب وعمل بالجوارح” (iman ialah perkataan dengan lisan, keyakinan dengan hati dan perbuatan dengan organ tubuh). Baca lebih lanjut

HAKIKAT PENCIPTAAN MANUSIA

Ketahuilah saudaraku, bahwa  Allah Ta’ala yang telah menciptakan kita. Kita tidaklah ada dengan sendirinya. Pasti ada yang menciptakan, Begitu juga semua alam semesta ini. Langit dan bumi serta segala isinya ada yang menciptakan. Tidaklah kita diciptakan dengan  sia-sia dan senda gurau.Tidaklah kita diciptakan hanya untuk makan, minum, bercanda, tidur, bermain, berleha-leha dan tertawa. Akan tetapi Allah Ta’ala menciptakan mereka untuk menjalankan tugas yang mulia. Baca lebih lanjut