Idul adha : Momentum Perubahan Pribadi Muslim Part 2

logo-dacDalam kisah Nabi Ibrahim as beserta keluarganya serta syariat penyembelihan kurban  terkandung hikmah yang sangat besar, baik dalam masalah akidah atau segi sosial kemasyarakatan.

Adapun dalam masalah akidah bisa kita ambil teladan sebagai berikut :

  1. Kisah ditinggalkannya siti Hajar dan Ismail di tempat yang tidak berpenghuni

Dalam tafsir Ibnu katsir ketika menafsirkan surat Al-baqarah ayat 127-128, dikisahkan ketika Nabi Ibrahim as meninggalkan siti Sarah dan Ismail di satu tempat yang sepi tidak berpenghuni. Siti Sarah bertanya pada Ibrahim : يا إبراهيم أين تذهب وتدعنا هاهنا وليس معنا ما يكفينا ؟ (wahai Ibrahim hendak kemana engkau dan engkau meninggalkan kami di sini sedang kami tidak mempunyai bekal untuk mencukupi kami ?). — dalam riwayat lain : يا إبراهيم أين تذهب وتتركنا بهذا الوادي الذي ليس به أنيس ولا شيء ؟ (wahai Ibrahim hendak kemana engkau dan engkau tinggalkan kami di satu lembah yang tidak ada seorang pun manusia dan tidak ada apapun?) –,pertanyaan itu dilontarkan beberapa kali oleh Sarah,  akan tetapi Ibrahim tidak menjawab pertanyaan tersebut dan tidak menoleh sama sekali, lalu Sarah kembali bertanya : آلله أمرك بهذا ؟  (apakah Allah yang menyuruh engkau berbuat seperti ini?). ia menjawab : “ya”. Sarah berujar : فإذن لا يضيعنا ! (kalau begitu Allah tidak akan menelantarkan kami). Lalu Nabi Ibrahim berdoa :

{ ربنا إني أسكنت من ذريتي بواد غير ذي زرع عند بيتك المحرم ربنا ليقيموا الصلاة فاجعل أفئدة من الناس تهوي إليهم وارزقهم من الثمرات لعلهم يشكرون }

Artinya : “ya Allah sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanaman-tanaman di dekat rumah Engkau (baitulllah) yang dihormati, ya Tuhan kami yang demikian itu agar mereka melaksanakan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan berilah mereka rezeki dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur”. (surat Ibrahim ayat 37)

Begitu mantapnya jawaban siti Sarah ketika tahu bahwa itu adalah perintah Allah dan bagaimana doa Ibrahim yang dipanjatkan bahwa hal pertama yang diminta adalah masalah ibadah (shalat) sedang kecenderungan orang dan rezeki hanyalah hasil dari ibadah.

2. Kisah penyembelihan Ismail

قال الله تعالى : { فلما بلغ معه السعي قال يا بني إني أرى في المنام أني أذبحك فانظر ماذا ترى قال يا أبت افعل ما تؤمر ستجدني إن شاء الله من الصابرين * فلما أسلما وتله للجبين * وناديناه أن يا إبراهيم * قد صدقت الرؤيا إنا كذلك نجزي المحسنين

Artinya : “maka ketika anak itu (Ismail) sampai pada umur sanggup berusaha bersamanya, ibrahim berkata : wahai anakku ! sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!. Ismail menjawab, Wahai ayahku lakukanlah apa yang diperintahkan Allah kepadamu ; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar”.

. Dalam hadits Ibnu Abbas dikatakan bahwa :   [ رؤيا الأنبياء وحي ], mimpi seorang Nabi merupakan salah satu bentuk wahyu dari Allah SWT. Ujian ini termasuk salah satu ujian terberat setelah dahulu Ismail kecil dengan ibunya ditinggalkan di lembah tidak berpenghuni dan setelah besar beliau disuruh untuk menyembelih anaknya. Tapi begitu mantapnya jawaban Ismail karena ia sadar bahwa jika itu memang benar perintah Allah, ia terima keputusan tersebut walau itu adalah perintah penyembelihannya. Setelah keduanya lulus dalam ujian tersebut maka Allah mengganti perintah itu dengan menyembelih seekor kambing yang gemuk dan besar. Peristiwa ini kemudian menjadi dasar disyariatkannya kurban yang dilakukan pada hari raya umat Islam.

3. Kisah wasiat Nabi Ibrahim kepada keluarga

ووصى بها إبراهيم بنيه ويعقوب يا بني إن الله اصطفى لكم الدين فلا تموتن إلا وأنتم مسلمون أم كنتم شهداء إذ حضر يعقوب الموت إذ قال لبنيه ما تعبدون من بعدي قالوا نعبد إلهك وإله آبائك إبراهيم وإسماعيل وإسحق إلها واحدا ونحن له مسلمون

Artinya : dan Ibrahim mewasiatkan (ucapan) itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’kub. “wahai anak-anakku ! sesungguhnya Allah telah memilih agama ini untukmu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim”. Apakah kamu menjadi saksi saat maut akan menjemput Ya’kub, ketika dia berkata kepada anak-anaknya, “apa yang kamu sembah sepeninggalku?”. Mereka menjawab, “ kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu yaitu Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan yang Maha Esa dan kami hanya berserah diri kepadanya”.

Semoga dalam perayaan hari raya ini menjadi salah satu momentum perubahan diri kita sehingga kita tetap berpegang teguh pada agama yang tauhid ini dan berlepas diri dari kemusyrikan. Kita pula wala (loyalitas) yang sangat tinggi pada ketauhidan serta bara (berlepas) pada hal-hal yang menjerumuskan kita pada kemusyrikan, sebagaimana yang diperintahkan kepada para nabi terdahulu dan nabi kita nabi Muhammad SAW. Allah SWT berfirman :

أَئِنَّكُمْ لَتَشْهَدُونَ أَنَّ مَعَ اللَّهِ آلِهَةً أُخْرَى قُل لاَّ أَشْهَدُ قُلْ إِنَّمَا هُوَ إِلَهٌ وَاحِدٌ وَإِنَّنِي بَرِيءٌ مِّمَّا تُشْرِكُون

Artinya :  “dapatkan benar-benar kamu bersaksi bahwa ada tuhan-tuhan lain bersama Allah ?. katakanlah : aku tidak dapat bersaksi. Katakanlah, sesungguhnya hanya Dialah Tuhan yang Maha Esa dan aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan”.

Sedangkan dalam masalah sosial kemasyarakatan, bisa kita lihat dalam hadits riwayat Ahmad, Ibnu Majah dan Daruqutni dari Abu Hurairah – dengan berbagai macam redaksi disebutkan bahwa :

من وجد سعة لان يضحى فلم يضح فلا يحضر مصلانا-     من وجد سعة فلم يذبح فلا يقربن مصلانا

من وجد سعة فلم يضح معنا فلا يقربن مصلانا –  من وجد سعة فلم يضح فلا يقربنا في مسجدنا

“مَنْ كَانَ لَهُ سَعَةٌ وَلَمْ يُضَحِّ, فَلَا يَقْرَبَنَّ مُصَلَّانَا” من كان له مال فلم يضح فلا يقربن مصلانا

– رَوَاهُ أَحْمَدُ, وَابْنُ مَاجَه, وَصَحَّحَهُ اَلْحَاكِمُ, لَكِنْ رَجَّحَ اَلْأَئِمَّةُ غَيْرُهُ وَقْفَه ُ

Hadits yang telah disebutkan ini menjadi dalil bagi orang yang menyatakan hukum berkurban adalah wajib bagi yang mampu, tapi khatib tidak sedang membahas hukum fikih dan melihat hikmah yang terkandung dalam syariat kurban. Karena dalam setiap ibadah yang kita lakukan sebenarnya ada dimensi sosial kemasyarakatan. Misal shalat mencegah dari perbuatan keji dan munkar, zakat untuk meringankan beban orang lain, shaum untuk merasakan penderitaan kaum fakir miskin yang susah mendapatkan makanan sehari-hari, salah satu bukti mabrurnya seseorang adalah akhlak sesudah melaksanakan haji. Begitu juga dalam kisah larangan Rasulullah kepada para shahabat yang berkurban untuk menyimpan daging melebihi 3 hari karena pada saat itu banyak orang-orang yang sedang membutuhkan pembagian daging kurban lalu pada waktu berikutnya Rasulullah memberi keringanan kepada para shahabat untuk menyimpan daging kurban. Hal ini ditanyakan oleh para shahabat tentang alasan kebijakan tersebut. Rasulullah SAW waktu itu bersabda :

إنما نهيتكم من أجل الدافة التي دفت عليكم

Artinya : “sesungguhnya aku melarang kalian berbuat seperti itu karena banyak orang yang membutuhkan yang datang kepada kalian”. (Muslim, Baihaki, Abu Daud, Ibnu Hibban)

Siti Aisyah pernah ditanya tentang alasan pelarangan tersebut, ia menjawab dalam hadits riwayat Al-Baihaqi dari Abbas bin Rabi’ah  :

ما نهى عنه الا مرة في عام جاع الناس منه  فأراد ان يطعم الغنى الفقير

Artinya : “tidaklah Rasulullah melarangnya kecuali sekali saja pada satu tahun yang waktu itu manusia sangat membutuhkan padanya maka orang yang kaya hendak memberi makan orang yang fakir”.

Karena pada waktu itu terjadi paceklik sehingga lebih banyak orang yang membutuhkan daging. Sangat jelas di sini bahwa menyembelih binatang kurban bukan sekedar mengagungkan syi’ar Islam, akan tetapi sangat kental dimensi sosial kemasyarakatan, dimana orang yang kaya sangat peduli pada penderitaan orang fakir. Karena sesama muslim adalah saudara seperti satu jasad, ketika satu anggota tubuh merasa sakit yang lain ikut merasakan sakit. Dalam hadits disebutkan :

المسلم أخو المسلم

Artinya : “sesama muslim itu bersaudara”. (Baihaki, Nasai, Ibnu Majah, Abu daud, Tirmidzi, Daruqutni, Ibnu Hibban, Bukhori, Muslim)

عن النعمان بن بشير قال قال النبي صلى الله عليه و سلم : إنما مثل المؤمنين في توادهم وتراحمهم كالجسد إذا اشتكى منه شيئا تداعى له سائر الجسد بالسهر والحمى

Artinya : Dari Nu’man bin basyir, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : “sesungguhnya perumpamaan orang mukmin dalam kasih sayang antar sesama mereka seperti satu jasad ketika satu anggota tubuh merasa sakit seluruh jasad akan merasa panas dan demam”. (Musnad Asy-Syihab)

Orang yang membebaskan kesulitan dan memberi kemudahan kepada sesama akan dimudahkan urusannya oleh Allah SWT. Dalam berbagai hadits disebutkan balasan yang akan diraih sebagai berikut:

Pertama   : akan dimudahkan di dunia dan di akherat serta dibebaskan dari kesulitan pada hari kiamat.

عن أبى هريرة عن النبى -صلى الله عليه وسلم- قال « من نفس عن مسلم كربة من كرب الدنيا نفس الله عنه كربة من كرب يوم القيامة – ومن يسر على معسر يسر الله عليه فى الدنيا والآخرة

Artinya : dari Abi Hurairah dari Nabi SAW, beliau bersabda : “barang siapa yang membebaskan  kesulitan seorang muslim dari kesulitan-kesulitan dunia, maka akan membebaskan darinya kesulitan dari kesulitan-kesulitan akherat . dan barang siapa yang memberikan kemudahan kepada orang yang kesulitan di dunia maka Allah akan memberikan kemudahan kepadanya di dunia dan akherat.” (Abu Daud)

Kedua     : akan dinaungi pada hari kiamat dengan naungan Allah yang pada hari itu tidak ada naungan

kecuali naungan-Nya.

من أنظر معسرًا أو وضع له أظله الله يوم القيامة تحت ظل عرشه يوم لا ظل إلا ظله (أحمد ، والترمذى – حسن صحيح غريب

Artinya : dari Abi Hurairah dari Nabi SAW, beliau bersabda : “barang siapa yang memberikan tempo kepada yang kesulitan atau melunaskan (sebagian hutangnya) maka Allah akan menaunginya pada hari kiamat di bawah arasy-Nya pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya.” (Ahmad dan Tirmidzi hadits hasan sahih)

Ketiga     : dikabulkan doa.

عن بن عمر قال قال رسول الله صلى الله عليه و سلم : من أراد أن تستجاب دعوته وأن تكشف كربته فليفرج عن معسر

Artinya : dari Ibnu Umar ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : “barang siapa yang ingin diijabah  doanya dan dilenyapkan kesulitannya, maka hendaklah ia melepaskan kesulitan dari orang yang kesusahan”. (musnad ibnu abi Humaid. Syeikh Albani mentakhrijnya dalam shahih at- Targhib )

Keempat : rohnya di sambut malaikat dan masuk surga.

أن حذيفة رضي الله عنه حدثه قال : قال النبي صلى الله عليه و سلم ( تلقت الملائكة روح رجل ممن كان قبلكم قالوا أعملت من الخير شيئا ؟ . قال كنت آمر فتياني أن ينظروا المعسر ويتجاوزوا عن الموسر قال قال فتجاوزوا عنه )

Artinya : dari Huzaifah ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : “para malaikat menyambut ruh seseorang sebelum kalian, para malaikat berkata : “apakah kamu pernah berbuat kebaikan?”. Ia berkata : “aku menyuruh suruhanku untuk member tempo kepada orang yang kesusahan dan memberi toleransi kepada orang yang meminta kemudahan. Maka Allah berfirman : “berilah  toleransi darinya”. (Bukhori Muslim).

Semoga pelaksanaan idul Adha dan penyembelihan binatang kurban ini lebih memperkuat keimanan dan lebih kokoh akidah kita dan menggugah jiwa sosial kita dan menjadi pembangkit ukhuwah islamiyyah. Akhir kata kita ucapkan taqabbalallahu minna waminkum. Semoga Allah menerima semua amal ibadah kita. Amin ya Robbal alamin

(Fadhlillah, S.S.I)

Iklan